Skip to main content

Cara Berdoa Dengan Asmaul Husna


Cara berdoa dengan Asmaul Husna - dalam mengamalkan Asmaul Husna, ada beberapa cara yang bisa dilakukan.

Berikut ini beberapa cara mengamalkan Asmaul Husna

1. Mengirimkan Al Fatihah kepada Nabi Muhammad SAW 1x, kepada para sahabat 1x, kepada Syekh Abdul Qodir Jailani 1x, dan dikhususkan kepada Syekh Ahmad Ad-Dairaby 1x.

2. Membaca : "Laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariika lahu lahul mulku walahul hamdu bi yadihil khair, wa huwa'ala kulli syai-in qadiir. Laa ilaaha illaa huwa lahul Asmaaul Husnaa." (Tidak ada Tuhan melainkan Allah, Maha Esa Dia, tidak ada sama sekali sekutu bagi-Nya, bagi-Nya seluruh kerajaan dan bagi-Nya segala puji, ditangan-Nya segala kebaikan dan Dia terhadap sesuatu sangat kuasa. Tidak ada Tuhan melainkan Dia, bagi-Nya pula nama-nama yang baik).

3. Setelah membaca kalimat di atas, kemudian barulah menyebut atau mewariskan Asmaaul Husnaa yang telah kita pilih sesuai keperluan.

4. Apalagi telah selesai mewiridkan Asmaaul Husnaa tersebut, lalu membaca kalimah: " subhaana man lahul asmaaul husnaa washifaatul'ulyaa subhaanahu wa ta'ala'ammaa yaquuludl dlaalimuuna'uluwwan kabiiraa." (Maha Suci Tuhan yang bagi-Nya mempunyai nama-nama yang bagus, dan sifat-sifat yang luhur. Maha Suci Dia dan Maha Tinggi Dia dari apa yang orang-orang dlalim mengatakan dengan ketinggian yang setinggi-tingginya).

5. Setelah itu silahkan Anda berdoa kepada Allah SWT, sesuai dengan keinginan Anda, dengan penuh pengharapan, tawakal, serta tawadhu. Tentu saja permohonan kita harus yang baik dan terpuji, bukan untuk kejahatan atau yang bersifat merugikan orang lain. Ingat, janganlah kalimat Haq ini dipergunakan untuk kebathilan.
Insya Allah, Dia akan mengabulkan permohonan para hamba-Nya yang istiqamah dan bersungguh-sungguh. Amin!!!

Catatan:

Mengingat Asmaaul Husnaa ini sangat agung, maka bagi Anda yang akan mengamalkannya, sebaiknya terlebih dahulu menanyakan kepada ahlinya tentang cara membacanya yang benar, yang sesuai dengan kaidah bahasa Arab. Hal ini penting demi menjaga agar terhindar dari kesalahan yang bisa mengakibatkan salah arti, di mana hal itu tidak mustahil akan berdampak terbalik dari yang kita inginkan.

Sumber referensi misteri edisi 473, 2009
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar