Skip to main content

Suka Dukanya Menjadi Ojek Online



Suka dukanya Menjadi ojek online - Menjadi seorang ojek online atau ojol bukanlah cita-cita melainkan sebuah kewajiban memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Ojek online biarpun penghasilan tidak menentu tetapi bisa untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, setidaknya dengan adanya ojek online bisa mengurangi pengangguran. Itulah sedikit pengalaman yang saya alami selama menjadi ojek online.

Di Jakarta misalkan dengan adanya gojek atau grab sedikit banyak bisa mengurangi tingkat pengangguran, dan masyarakat Jakarta juga terbantu dengan adanya aplikasi ojek darling sejenis gojek maupun grab.

Bagi saya pribadi suka duka pasti ada, kadang tarif murah, promo besar-besaran, ada juga customernya laporan perjalanan mengecewakan pokoknya banyak deh. Ya sudahlah sebagai orang ojek online biasanya saya pasrahkan saja.


Memang benar dalam bisnis pelayanan seperti ojek online pembeli adalah raja karena mereka menjual jasa kepada masyarakat dan masyarakat juga terbantukan dan terjadilah simbiosis mutualisme antara ojek online dengan masyarakat.

Alhamdulillah terasa cukup untuk hari ini, karena penghasilan sudah bisa buat makan besok, dan jangan lupa selalu berusaha dan berdoa.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar